Belum Genap 1 Periode, Kades Botteng Sudah Punya Toyota Rangga dan Sejumlah Aset, Sumber Dana Dipertanyakan 

MAMUJUKabarexpres.comBelum genap menyelesaikan satu periode masa jabatan, Kepala Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, M. Natsir, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah kendaraan baru dan aset yang disebut dimilikinya memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Salah satu kendaraan yang menjadi sorotan adalah satu unit Toyota Rangga berwarna putih yang disebut baru dimiliki dan dibeli melalui dealer. Selain kendaraan tersebut, sejumlah aset dan kendaraan lainnya juga disebut bertambah selama M. Natsir menjabat sebagai Kepala Desa Botteng.

Pertambahan aset dalam waktu relatif singkat itu kemudian menimbulkan pertanyaan publik: dari mana sumber dana pembelian kendaraan dan aset tersebut?

Pertanyaan tersebut semakin mengemuka setelah M. Natsir, saat dikonfirmasi, mengaku bahwa sumber penghasilan bulanannya hanya berasal dari gaji sebagai kepala desa.

MENGAKU HANYA MENGANDALKAN GAJI KEPALA DESA

Dalam penelusuran di lapangan, tim investigasi menemui sejumlah warga di sekitar kediaman Kepala Desa Botteng.

Salah seorang warga membenarkan bahwa kendaraan-kendaraan baru kerap terlihat digunakan oleh M. Natsir. “Memang kami sering melihat kendaraan baru. Kalau soal dari mana sumber uangnya, kami tidak tahu pasti. Kami sebagai warga hanya bisa bertanya-tanya. Kalau memang semuanya jelas, seharusnya tidak ada masalah untuk dijelaskan kepada masyarakat,” ujar warga tersebut.

Warga lainnya juga mengaku mempertanyakan pertambahan aset yang dinilai cukup cepat. “Kami tidak menuduh siapa-siapa. Namun, kalau seorang kepala desa belum lama menjabat kemudian sudah terlihat memiliki beberapa kendaraan baru, tentu masyarakat wajar bertanya. Apalagi kalau sumber penghasilan lainnya tidak diketahui,” ungkap warga lainnya.

Saat dikonfirmasi terkait sumber penghasilannya, M. Natsir mengaku hanya mengandalkan gaji sebagai kepala desa. “Iya, Pak. Kalau masalah sumber penghasilan, saya hanya mengandalkan gaji sebagai Kepala Desa Botteng. Saya tidak memiliki usaha atau pekerjaan lain,” ujar M. Natsir saat ditemui di kediamannya.

DITANYA SOAL ASET, KADES BOTTENG SINGGUNG PEMERIKSAAN TAHUNAN

Konfirmasi kemudian dilakukan kembali terkait pertambahan aset dan kendaraan yang disebut dimiliki selama masa jabatannya.

Namun, alih-alih menjelaskan secara rinci mengenai sumber pembiayaan aset tersebut, M. Natsir justru mempertanyakan hubungan antara masa jabatan dan harta kekayaan yang dimilikinya.

“Terkait aset dan harta kekayaan yang saya miliki saat ini, apa masalahnya dengan masa jabatan saya? Kami di kantor setiap tahun juga diperiksa semuanya,” ujar M. Natsir melalui pesan WhatsApp.

Dalam keterangannya, M. Natsir juga menyebut dirinya telah menjabat sebagai Kepala Desa Botteng sejak 2013 hingga sekarang.

Namun, berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim, M. Natsir disebut dilantik sebagai Kepala Desa Botteng pada 15 Januari 2022. Perbedaan informasi mengenai masa jabatan tersebut kini turut menjadi bagian dari pertanyaan publik yang perlu diklarifikasi secara terbuka.

AJUN: JANGAN BIARKAN DUGAAN BERHENTI SEBAGAI RUMOR

AJUN mendesak Inspektorat Kabupaten Mamuju segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan Desa Botteng sejak M. Natsir mulai menjabat.

Pemeriksaan tersebut, kata AJUN, harus mencakup Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa, pengadaan barang dan jasa, pembangunan fisik, serta seluruh laporan pertanggungjawaban keuangan desa.“Inspektorat jangan menunggu sampai persoalan ini menjadi bola liar. Dugaan ini harus segera diperiksa secara menyeluruh. Kami meminta seluruh pengelolaan anggaran desa sejak M. Natsir mulai menjabat diperiksa,” tegas AJUN.

AJUN menilai, sorotan publik terkait pertambahan aset tidak boleh hanya dijawab dengan pernyataan lisan.,“Kalau memang pengelolaan anggaran Desa Botteng bersih dan tidak ada masalah, silakan buktikan melalui audit dan pemeriksaan yang transparan. Namun, jika ditemukan adanya penyimpangan, harus ada tindakan tegas sesuai hukum,” lanjutnya.

AJUN juga meminta agar pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap satu tahun anggaran.“Kami tegaskan bahwa ada pertanyaan publik yang harus dijawab. Karena itu, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh sejak awal masa jabatan sampai sekarang, bukan hanya satu tahun anggaran,” tegas AJUN.

PUBLIK MENUNGGU: ASET BERTAMBAH, SUMBER DANA BELUM TERANG

Sorotan terhadap harta kekayaan dan pertambahan aset Kepala Desa Botteng kini menjadi perhatian masyarakat. Publik menunggu penjelasan yang lebih terbuka mengenai sumber pembiayaan kendaraan dan aset yang disebut dimiliki M. Natsir.

Di sisi lain, masyarakat juga menunggu langkah Inspektorat Kabupaten Mamuju untuk memastikan apakah seluruh pengelolaan anggaran Desa Botteng selama masa jabatan M. Natsir telah berjalan sesuai aturan.

Pemeriksaan resmi dinilai penting untuk menjawab pertanyaan publik sekaligus memastikan apakah pertambahan aset tersebut memiliki sumber pembiayaan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika seluruh pengelolaan anggaran telah berjalan sesuai ketentuan, pemeriksaan dapat menjadi ruang klarifikasi dan pembuktian. Namun, apabila ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan, maka proses hukum harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Inspektorat Kabupaten Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait desakan pemeriksaan tersebut.

M. Natsir selaku Kepala Desa Botteng tetap diberikan ruang untuk lebih lanjut terkait sumber dana pembelian kendaraan, kepemilikan aset, serta pengelolaan anggaran Desa Botteng.

 

(TIM INVESTIGASI)