MAKASSAR – Kabarexpres.com – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar terus mendorong peningkatan kompetensi akademik para taruna melalui penguatan budaya literasi dan penelitian. Salah satunya diwujudkan melalui Workshop Strategi dan Teknik Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi Jurnal yang ditujukan bagi Taruna/i Program Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para taruna untuk memperdalam pemahaman mengenai proses penyusunan artikel ilmiah yang memenuhi standar akademik sekaligus memiliki peluang untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah.
Dalam workshop tersebut, taruna/i dibekali berbagai materi mulai dari menentukan topik penelitian, merumuskan permasalahan, menyusun struktur artikel secara sistematis, mengolah serta menyajikan data, hingga memahami strategi dan tahapan publikasi pada jurnal ilmiah.
Pembekalan ini dinilai penting seiring dengan tuntutan dunia pendidikan dan industri transportasi laut yang semakin membutuhkan sumber daya manusia tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Melalui kegiatan tersebut, taruna/i KALK diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menghasilkan karya tulis yang berkualitas, relevan, dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang transportasi laut dan kepelabuhanan.
Lebih jauh, kemampuan melakukan penelitian dan menuangkan gagasan secara ilmiah menjadi bagian dari proses pembentukan insan transportasi yang memiliki wawasan luas serta mampu melihat berbagai persoalan di sektor maritim secara objektif dan berbasis data.
PIP Makassar terus mendorong agar proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan teori dan praktik di lapangan. Taruna juga dituntut memiliki semangat untuk terus belajar, melakukan penelitian, mengembangkan gagasan, dan berbagi pengetahuan.
Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang mendorong taruna untuk aktif menghasilkan karya ilmiah dan menjadikan penelitian sebagai salah satu instrumen dalam menjawab tantangan di sektor transportasi laut dan kepelabuhanan.
Dengan bekal tersebut, para taruna diharapkan mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia maritim yang kompeten, kritis, inovatif, dan adaptif, serta siap berkontribusi dalam pengembangan sektor transportasi laut dan kepelabuhanan Indonesia.
(Redaksi)


















