MAKASSAR —KabarExpres.com—Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar memperluas jejaring kemitraan dengan menggandeng sejumlah institusi dan mitra strategis dari sektor pendidikan, olahraga, sosial, serta industri maritim,Senin,3-Agustus-2026.
Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama empat mitra, yakni PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PSM), Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Sekolah Rakyat Untia, serta May Maritim & IRClass.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi PIP Makassar dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, dunia industri, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Direktur PIP Makassar menyampaikan bahwa kemitraan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di dalam kampus, tetapi juga memberikan pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PIP Makassar untuk terus membuka ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi taruna, sivitas akademika, mitra, dan masyarakat,” ujarnya.
Dengan PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PSM), kerja sama diarahkan pada penjajakan pemanfaatan fasilitas aset dan layanan yang dimiliki PIP Makassar. Kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal sekaligus memperluas ruang sinergi antarlembaga.
Sementara dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, ruang lingkup kerja sama mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, seminar, workshop, hingga program magang dan pelatihan.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, PIP Makassar menggandeng Sekolah Rakyat Untia untuk memperkuat sinergi program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.
Tidak kalah strategis, kerja sama dengan May Maritim & IRClass diarahkan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor maritim. Program yang disiapkan mencakup kelas interaktif, studi kasus industri, simulasi risk assessment, investigasi insiden, simulasi inspeksi SIRE 2.0, practical audit workshop, hingga pengembangan kepemimpinan.
Menurut PIP Makassar, kolaborasi dengan mitra industri menjadi penting di tengah tuntutan sektor maritim yang semakin dinamis. Kompetensi teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan analisis risiko, pemahaman terhadap standar keselamatan, kemampuan audit, serta kepemimpinan.
“Industri maritim terus berkembang dan menghadirkan tantangan baru. Karena itu, pendidikan vokasi harus mampu bergerak lebih cepat, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan tersebut. Kolaborasi dengan industri menjadi jembatan penting untuk memastikan kompetensi yang dibangun benar-benar relevan,” lanjutnya.
PIP Makassar menilai kemitraan lintas sektor tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi diharapkan menghasilkan program konkret yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak.
Melalui penguatan jejaring tersebut, PIP Makassar menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan SDM maritim yang kompeten, profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Penguatan kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PIP Makassar dalam mendukung kemajuan pendidikan vokasi dan pembangunan sektor maritim Indonesia.
(#).


















